Senin, 29 Oktober 2012

Beberapa Ulama Dahulu Yang Tersohor Di Banyumas


1.      Muhammad Habib (tahun 1778 – 1888 M) . Muhammad Habib adalah Pembuka desa Kebarongan dan sekaligus pendiri pondok pesantren Kebarongan, Kemranjen, Banyumas,. Muhammad Habib, seorang ulama yang berpengaruh di Dulang Mas (Kedu. Magelang, Banyumas). KH Muhammad Habib pernah pergi ke Makkah belajar dan mukim di sana selama dua puluh tahun. Kiai Haji Muhammad Habib wafat pada tahun 1888 M. Keturunan K.H Muhammad Habib pada saat ini banyak menjadi tokoh-tokoh yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, seperti K.H Mustholih Badawi Cilacap yang pernah menjadi pengurus PBNU Pusat, K.H Najmudin Majenang (Kiai Kharismatik yang pengaruhnya sangat kuat sampai sekarang di Cilacap sebelah barat), K.H. Khasbullah Badawi (ketua dewan syuro PBNU Jawa Tengah dan sekaligus sebagai salah satu pendiri partai PKNU), KH Atho’urrahman Hisyam, KH Dzakiyul Fuad dan K.H Zuhrul Anam Leler (Kiai Kharismatik yang pengaruhnya sampai tingkat nasional). Dari Kebarongan sendiri keturunan beliau diantaranya KH Damanhuri (Putra tertua), KH abdullah Mukri (Putra), KH Abdullah Zawawi (Putra), KH Abdul Ghofir (Cucu), KH Asifudin Zawawi (Cucu), K.H. Fata Mukmin (Cucu Buyut dari KH Muhammad Habib dan Pengasuh Pondok Pesantren MWI Kebarongan yang meninggal tahun ini 2012) dan Muh Hikamudin Suyuti (Cucu Canggah dari KH Muhammad Habib).

2.      KH. Abdullah Suyuti, Kiai besar dari desa Bugangin Sumpiuh. Beliau sangat Alim, Zuhud dan Tawadhu’, santri beliau datang dari berbagai daerah diantaranya, Banyumas, Pekalongan, Kebumen, Purworejo, Magelang, Cilacap dll. Diantara santri-santri KH Abdullah Suyuti adalah KH Muhammad Zuhdie Leler (pendiri pondok pesantren Leler), KH Damanhuri Kebarongan (penerus kedua pesantren Kebarongan), dan sebagainya. KH Abdullah Suyuti terkenal waliyulloh dan mempunyai banyak karomah.


3.      KH. Muhammad Zuhdie Leler. Beliau adalah ulama yang banyak menelorkan ulama-ulama besar, KH Muhammad Zuhdie , adalah pendiri Pondok Leler (1914). Perlahan tapi pasti, Pondok yang beralamat di Grumbul Leler Desa Randegan Kecamatan Kebasen itu berkembang jadi Pesantren At Taujieh Al Islamy. Diantara santri-santri beliau banyak dari luar daerah, bahkan beberapa santri beliau berasal dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, salah satu santri beliau yang terkenal adalah KH Muslich, KH Muslich adalah sosok ulama pertama kali yang didudukkan dalam DPR mewakili golongan karya ulama (1960). menjadi staf ahli bidang Keamanan/Pertahanan pada masa Perdana Menteri Djuanda. KH. Muhammad Zuhdie beristrikan Ny .Muhfilah binti KH.Abdulloh Suyuthi Mempunyai putra tiga orang:

1.KH.Hisyam zuhdi (Leler)
2.KH Hasyim Suyuthi (Leler)
3.KH. Ahmad zabidi (Kebarongan)

4.      Kiai Ahmad Ridho, Kiai Ahmad Ridho adalah ulama Kebarongan yang masih keturunan Nabi Muhammad Saw dari nasab sunan Gunung Jati Cirebon, Kiai Ahmad Ridho pernah berangkat haji dengan berjalan kaki yang ditempuh selama tujuh tahun.  Ketika melewati berbagai kesempatan beliau sering singgah di berbagai tempat hanya sekedar bekerja untuk bekal, mengajar dan bahkan mengaji, dalam perjalanan yang paling berkesan adalah beliau Nyantri  kepada Syeh Sabirrohman (Ulama Besar India) yang terkenal wali India dan mempunyai banyak karomah. Kiai Ahmad Ridho ciri-ciri fisiknya yaitu, tinggi besar, Hidung Mancung, kulit kuning, berjenggot putih, dan suara  lantang. Kiprah beliau dalam perjuangan nasional adalah menjadi dewan rohani merangkap pengatur strategi  Angkatan Umat Islam (AOI) Kebumen yang gigih berperang melawan penjajah Belanda dan Jepang. Beliau hanya mempunyai beberapa santri dan belum sempat punya pesantren karena kuatnya arus Tajdid dan keburubeliau meninggal, KH Amad Ridho adalah mertua KH Ahmad Zabidi Zuhdie. Rumah beliau ada di grumbul Teleng Kebarongan.

5.      KH Hisyam Zuhdie, KH Hisyam Zuhdie adalah Putra KH Muhammad Zuhdie, Beliaulah penerus kedua pondok pesantren Leler yang sempat Fatrah karena kekosongan pengasuh setelah KH M Zuhdie wafat. KH Hisyam Zuhdie adalah ulama sangat Alim, Pakar ilmu nahwu dan berperilaku Zuhud, beliau termasuk ulama yang jadi rujukan sekaligus panutan umat Islam Banyumas dan sekitarnya. Almarhum tidak berpolitik praktis. Tapi memilih suntuk mengurus umat dan para santri. Sampai sekarang walaupun beliau sudah lama wafat tetapi pengaruh, petuah-petuah  beliau masih mengakar kuat bagi kaum Nahdiyyin Banyumas dan terkenal Waliyulloh.

3 komentar:

Kebarongan mengatakan...

Senang berkenalan dengan "Kyai" Hikamudin ternyata mas adalah keturunan langsung dari sesepuhnya Desa Kebarongan Muhammad Habib.

Jika diijinkan akan saya share di blog kebarongan.

Maaf mungkin penulisan tahun lahir salah ketik (1978-1888)

Panji Ilham mengatakan...

Nyuwin idzin ngeshare mas kyai.

ahmad syafi mengatakan...

mohon di cek dan di tambahkan Gus.....
sy dapat dari mas sodiq/burus sudah sy cocokkan wawancara dg ibu..

SILSILAH AHMAD SAFI’
NUR KHAMDAN (Kebuaran Prembun)jl. Wadas Lintang berputra-------Imam Muhammad----berputra HABIB....Th. 1802

PUTRA –PUTRI MUHAMMAD HABIB
1. Nyai Muniroh
2. Nyai hasbulloh pekeongan klirong kebumen
3. Damanhuri menantu Syeh abdul Kahfi Somlangu ( BERPUTRA: Asmungi, Dimyati, Ngaisah, Ridho, Kyai Anwar Rosihin)
4. Ky. Dulah Mukri ( berputra: nyai Mumbasitoh/nyai syeh badawi kesugihan,Kyai Nadzir,Mahfudz/Maidah dari Somlangu, Hafdzah dari Randegan Kebasen, Mustolih Kesugihan
5. Zawawi MWI Kebarongan berputra: Mughofir, Mufroil,Muchdir), Badawi, Ngasib- Fatah Mukmin,Muslim fikri
6. Nyai Habib
7. Nyai pecangakan banyumas
8. Nyai gemawan banyumas

Nyai muniroh bersuami Baghowi berputra:
1. Bu sumirah/ nyai pegulu Satibi karang jati mijahan kemranjen
2. KH. Solehudin ngentak tunggal roso prembun
3. Nyai mutingah bendasari majenang cilacap
4. Bu muntakiah bendungan tersobo prembun(sayuti)
5. H. Dimyati kebarongan kemranjen banyumas
6. Nyai Masfiah bengkelung nusamangir kemranjen
7. Hindun Bendasari Majenang
8. Nyai Zaenab bonjok lor Bonorowo kebumen

KH. Solehudin berputra Nyai Istikharoh Kutowinangun- Sri Hardjijani- AHMAD SAFI’ (Gandrungmanis-Gandrungmangu-Cilacap)